Sungai Maron
Selain pantai, Pacitan masih memiliki destinasi menarik yang bahkan belum banyak diketahui orang, yakni Sungai Maron. Inilah sungai di bagian barat Kabupaten Pacitan yang masih dijaga kelestariannya.
Mungkin sebagian besar masyarakat kurang begitu mengetahui tentang Sungai Maron. Bahkan warga Pacitan sendiri banyak yang belum mengetahuinya. Hal ini dikarenakan akses menuju kesana belum diketahui oleh banyak orang. Itu pun dulu. Sejak menjadi lokasi syuting salah satu acara petualangan di stasiun TV swasta nasional, sungai ini menjadi tenar dan membuat traveler penasaran datang.
Sungai Maron berada di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Jaraknya sekitar 40 kilometer dan hanya bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. Sungai Maron mengalir bermuara menuju Pantai Ngiroboyo. Sungai Maron sangat berarti bagi masyarakat Desa Dersono dan Desa Sendang, karena berfungsi sebagai sumber air bagi kehidupan. Oleh karena itu sungai ini sangat dijaga kelestariannya.
Selain sebagai sumber air, Sungai Maron mempunyai arti tersendiri bagi masyarakat Dusun Maron, Desa Dersono. Mereka menjadikan sungai ini sebagai jalur layaknya jalan biasa. Masyarakat mengangkut hasil bumi dengan perahu yang melewati sungai ini.
Untuk promosi daerah dan sebagai hiburan masyarakat, tiap tahun di sungai Maron ini juga diadakan lomba dayung. Hingga sekarang sudah diadakan sebanyak dua kali sejak tahun 2012. Lomba Dayung ini boleh diikuti oleh siapapun. Sekarang, traveler pun bisa menyusuri sungai Maron dengan menyewa perahu yang mampu menampung 4 orang.
Mungkin sebagian besar masyarakat kurang begitu mengetahui tentang Sungai Maron. Bahkan warga Pacitan sendiri banyak yang belum mengetahuinya. Hal ini dikarenakan akses menuju kesana belum diketahui oleh banyak orang. Itu pun dulu. Sejak menjadi lokasi syuting salah satu acara petualangan di stasiun TV swasta nasional, sungai ini menjadi tenar dan membuat traveler penasaran datang.
Sungai Maron berada di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Jaraknya sekitar 40 kilometer dan hanya bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. Sungai Maron mengalir bermuara menuju Pantai Ngiroboyo. Sungai Maron sangat berarti bagi masyarakat Desa Dersono dan Desa Sendang, karena berfungsi sebagai sumber air bagi kehidupan. Oleh karena itu sungai ini sangat dijaga kelestariannya.
Selain sebagai sumber air, Sungai Maron mempunyai arti tersendiri bagi masyarakat Dusun Maron, Desa Dersono. Mereka menjadikan sungai ini sebagai jalur layaknya jalan biasa. Masyarakat mengangkut hasil bumi dengan perahu yang melewati sungai ini.
Untuk promosi daerah dan sebagai hiburan masyarakat, tiap tahun di sungai Maron ini juga diadakan lomba dayung. Hingga sekarang sudah diadakan sebanyak dua kali sejak tahun 2012. Lomba Dayung ini boleh diikuti oleh siapapun. Sekarang, traveler pun bisa menyusuri sungai Maron dengan menyewa perahu yang mampu menampung 4 orang.
|
|
|
|
|
|
|
|




Tidak ada komentar